Ekspresi narsis-ku

June 11, 2006

Waspadai Karya Sastra yang Bermuatan Aliran Sesat

Filed under: Kolom

Ramo-ramo Konspirasi

Oleh Popon Saadah

Ketika sebuah komunitas aliran sesat diketahui kesesatannya oleh masyarakat dan kemudian dilarang keberadaannya, bisa dipastikan komunitas ajaran tersebut tidak lantas bubar, lalu paham-pahamnya mati. Bak virus penyakit yang ganas ajaran itu akan berevolusi dan bermutasi mencari ruang gerak dan lahan yang aman untuk dihinggapi.
Dan ketika dakwah terang-terangan sudah tidak mungkin lagi mereka lakukan untuk menyebarkan pahamnya, dicarilah media yang jitu untuk disusupi, sehingga sampailah ajaran yang mereka anut itu kepada sasaran berikutnya, calon-calon kadernya. Salah satu media yang sedang diincar mereka dan sedang dicoba ditunggangi adalah karya sastra.
Jenis karya sastra baik itu berupa puisi, cerita pendek, novel, maupun drama sangat rentan dihinggapi paham-paham sesat. Dengan dalih bahwa karya sastra adalah fiksi dan sepenuhnya berupa imajinasi pengarangnya, seorang penggagas ide sesat maupun pengikutnya akan leluasa menyebarkan ajaran dalam karyanya. Dengan alasan bahwa karya sastra bersifat multitafsir, seorang penggagas aliran sesat akan dengan mudah meramu ajaran-ajaran ciptaannya sendiri dengan kata-kata dan kalimat-kalimat yang bila dilihat sepintas memang memenuhi syarat estetika.
Ternyata karya sastra tidaklah selalu bersifat utile dan dulce, bermanfaat dan nikmat, tetapi bisa juga merugikan dan bahkan menyesatkan apresiatornya bila dijadikan sarana untuk menyampaikan aliran-aliran sesat oleh pengarangnya. Salah satu contoh karya sastra yang bermuatan aliran sesat adalah cerita pendek yang ditulis oleh M. Dawam Rahardjo, yang berjudul “Rumah Hantu”, dimuat pada harian Kompas, Minggu, 11 Juni 2006. (more…)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer