Kencan Sepasang Roh
: Kepada Seorang Minang di Airmolek
Kau dan aku adalah roh
bergentayangan kala ingin berkencan
dalam sekejap sekat-sekat itu lenyap
dinding-dinding penghalang hilang
tembok-tembok kokoh roboh
ditembus sosok kita dalam mabuk kepayang dan asyik berseloroh
hasrat mengalir dahsyat
di antara peluk mesra dan desahan nafas
hingga kegelisahan memuncak
Tapi amatlah disayangkan
semuanya tak lebih lambat dari cahaya kilat
cumbu rayumu harus segera berakhir
untuk kembali berpikir ke titik nadir
bahwa kau dan aku adalah roh terkurung raga yang senyatanya hadir
terpagar ruang terbelenggu waktu
terpisah jarak
terpenjara norma
dan kau pun lebih tahu
aku terikat erat rantai mahligai perkawinan
dengan orang lain
Juni Biru, 2006.
ILMAN
IZZAN
puisinya buat sapa kah?
Comment by adiel tanjung — June 20, 2006 @ 7:46 am
Buat seseorang yang sangat aku kasihi, Adiel!
Comment by pop — June 20, 2006 @ 8:08 am
kadaq dan kadar
Comment by galih — June 28, 2006 @ 6:46 am